Minggu, 27 Januari 2013

Sejarah Nama Korea

Ada berapa banyak nama Kim, Park, atau Lee yang bisa kalian temukan di Korea?
Nah, ketika kalian berada di Korea, ada ratusan atau bahkan ribuan, orang yang memiliki nama Lee, Kim, atau Park. Mau tau dari mana sejarah nama keluarga itu berasal?
Berikut Intermezzo malam ini^^
Nama keluarga Korea sudah ada selama berabad-abad yang lalu, sejak masa sejarah semenanjung. 
Sebagai contoh, Jumong (주몽), pendiri dari kerajaan Goguryeo (고구려, 37BCE ~ 668), mengambil kata Go (고, 高) sebagai nama keluarganya, sementara Kim Suro (김수 로), pendiri dari Konfederasi Gaya (42 ~ 562) mengambil kata Kim (김, 金) sebagai nama keluarganya, ia mengambil nama Kim, konon karena legenda mengatakan ia lahir dari sebuah telur emas. (Karakter Cina untuk Kim berarti “emas”.)
Karena huruf Hangeul/ alfabet Korea belum ditemukan pada saat itu, nama-nama keluarga sangat dipengaruhi oleh China, sehingga sebagian besar nama yang digunakan yaitu hanja, biasanya satu atau dua suku kata.
Pada zaman kuno, nama keluarga hanya digunakan oleh kaum bangsawan, kebanyakan dari mereka diberikan kepada mereka yang kaya.
Seiring waktu berlalu, semakin banyak orang memutuskan nama-nama keluarga untuk membedakan diri mereka sendiri; dengan abad ke-19 dari Dinasti Joseon, sistem kasta dihapuskan, sehingga dengan awal abad 20, seluruh penduduk memiliki nama keluarga.
Ketika penduduk kelas bawah mendapatkan hak untuk memiliki nama keluarga, banyak penduduk mengadopsi nama-nama bangsawan yang dihormati, sehingga kebanyakan nama keluarga saat ini Kim, Lee, atau Park.
Bagaimana menurut sensus penduduk?
Menurut sensus pada tahun 2000, ada sekitar 290 nama keluarga yang terdaftar, dengan nama keluarga Kim sekitar 22% dari populasi Korea, diikuti oleh Lee (15%) dan Park (9%).  3 nama keluarga tersebut sudah menebus hampir setengah negara.
Peringkat dari top 10 nama keluarga tidak berubah dalam beberapa dekade, meskipun nama-nama keluarga baru telah muncul, kemungkinan besar karena dipengaruhi oleh budaya
Hingga tahun 1990-an seseorang dilarang untuk menikahi seseorang dengan nama keluarga yang sama dan juga dari klan yang sama.
Masih ada beberapa masyarakat dari generasi tua yang berpikir bahwa jika menikahi seseorang dengan marga yang sama berarti kita akan menikah dalam satu keluarga, hal tersebut sudah dianut oleh nenek moyang dari 1.000 tahun lalu.
Dalam nama Korea, nama keluarga adalah yang diletakkan lebih dulu. Seperti, (박지성) contoh nama keluarga dari pesepakbola Park Jisung yaitu Park.
Sebagaian besar nama Korea  terdiri dari 3 suku kata termasuk nama keluarga, nama yang diberikan tidak selalu ditulis sebagai satu kata. Ada beberapa mungkin memisahkan semua suku kata  atau menggunakan dengan tanda hubung untuk membedakan nama keluarga dan nama yang diberikan, contoh: Park Ji-Sung.
Para ibu dan nenek tidak memiliki nama keluarga yang sama.
Nama keluarga hampir selalu diikuti dari ayah. Wanita tidak mengubah nama keluarga mereka ketika mereka menikah – mereka akan tetap dengan nama keluarga mereka sejak lahir, tetapi anak-anak biasanya mengikuti nama keluarga sang ayah.
Karena meningkatnya jumlah perceraian, Hukum telah di revisi, dan memungkinkan anak untuk memiliki nama keluarga dari ibunya yang telah disahkan pada tahun 2008.
Sebuah tren baru-baru ini adalah untuk mengatakan kalimat “NIM” (님, orang terhormat) pada akhir nama seseorang, yang sebagian besar dikarenakan pengaruh internet dan itu merupakan karakteristik anonimitas.
Usia, jenis kelamin, status sosial semua menjadi kini menjadi kurang penting, sehingga mereka bukan memanggil seseorang dengan nama keluarga mereka, melainkan mulai memanggil satu sama lain dengan nama online mereka dan menambahkan “NIM” untuk bersikap lebih sopan.
Tren yang telah masuk kedunia nyata di mana kata “NIM” kini telah menjadi suatu standar, bahkan digunakan dengan nama asli.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar